Selasa, 06 Maret 2012

PSIKOLOGI HEWAN

Etimologi atau juga Ilmu perilaku hewan, ilmu perilaku satwa (dari bahasa yunani ἦθος, ethos, "karakter"; dan –λογία, -logia) adalah suatu cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya. Ilmu perilaku hewan, pada keseluruhannya merupakan kombinasi kerja-kerja laboratorium dan pengamatan di lapangan, yang memiliki ...keterkaitan yang kuat dengan disiplin ilmu-ilmu tertentu semisal neuroanatomi, ekologi , dan evolusi Seorang ahli perilaku hewan umumnya menaruh perhatian pada proses-proses bagaimana suatu jenis perilaku (misalnya agresi) berlangsung pada jenis-jenis hewan yang berbeda. Meski ada pula yang berspesialisasi pada tingkah laku suatu jenis atau kelompok kekerabatan hewan yang tertentu. Ahli perilaku hewan juga disebut etolog.

Psikologi ialah Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan berdasarkan aspek-aspek perkembangan kelakuan, sensasi, persepsi, motivasi, proses belajar, emosi, kepribadian, basis biologis dari perilaku, intelejensi serta penyimpngan perilaku. Ilmu ini dapat di-implementasikan ke berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, politik, agama, industri, periklanan, bimbingan, psikonetri, musik dsb. 

Contohnya wajah si Orang Utan itu tanpa ekspresi memandang ke sebuah pohon besar rindang dikejauhan. Sinar mata si Orang Utan tersebut redup. Dan dia hanya bisa terus dan terus memandangi pohon besar itu dari balik kerangkengnya yang sempit. Mungkin disinilah peran Psikologi Hewan.


Perilaku hewan dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Jadi perilaku manusia pada hakekatnya adalah suatu aktivitas dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, perilaku manusia itu mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup berjalan, berbicara, bereaksi, berpakaian, dan sebagainya. Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan ini merupakan penentu dari perilaku makhluk hidup termasuk perilaku manusia. Seringkali suatu perilaku hewan terjadi karena pengaruh genetis (perilaku bawaan lahir atau innate behavior), dan karena akibat proses belajar atau pengalaman yang dapat disebabkan oleh lingkungan. 

Innate Merupakan perilaku atau suatu potensi terjadinya perilaku yang telah ada di dalam suatu individu. Perilaku yang timbul karena bawaan lahir berkembang secara tetap/pasti. Perilaku ini tidak memerlukan adanya pengalaman atau memerlukan proses belajar, seringkali terjadi pada saat baru lahir, dan perilaku ini bersifat genetis (diturunkan).

Insting Adalah perilaku innate klasis yang sulit dijelaskan, walaupun demikian terdapat beberapa perilaku insting yang merupakan hasil pengalaman, belajar dan adapula yang merupakan factor keturunan. Semua maklhuk hidup memiliki beberapa insting dasar.

Pada perkembangan ekologi perilaku terjadi perdebatan antara pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada suatu organisme merupakan pengaruh alami atau karena akibat hasil asuhan atau pemeliharaan, hal ini merupakan perdebatan yang terus berlangsung. Dari berbagai hasil kajian, diketahui bahwa terjadinya suatu perilaku disebabkan oleh keduanya, yaitu genetis dan lingkungan (proses belajar), sehingga terjadi suatu perkembangan sifat. Hewan mempunyai berbagai perilku di antaranya :
1) Perilaku Makan: Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih di antara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. Tujuan makanan ialah energi, tetapi energi diperlukan untuk mencari makanan. Jadi hewan berperilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian/keuntungan dari pencarian makanan itu.
2) Perilaku Mempertahankan diri: Perilaku berkisar dari melarikan diri dari pemangsa potensial sampai dengan menggunakan senjata bertahan dan penggunaan kamuflase dan mimikri (meniru).
3) Bertahan Hidup dalam Lingkungan Fisik: Kebanyakan hewan hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran suhu, salinitas, kelembaban tertentu, dan sebagainya. Kisaran ini relatif luas bagi hewan, seperti mamalia dan burung, yang banyak mempunyai mekanisme yang efisien untuk mempertahankan kendali homeostatis terhadap lingkungannya.
4) Perilaku Reproduktif

Cara Hewan Menghindari Musuh Diantaranya ialah :
1.Perilaku Altruistik yaitu Perilaku ini lebih mementingkan keselamatan kelompok daripada dirinya sendiri.
2.Kamuflase (penyamaran) Yaitu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3.Mimikri Yaitu menyerupai hewan yang lain

Contohnya ialah bentuk-bentuk perilaku kura-kura diantaranya yaitu:

1. Berenang-renang dengan sesekali istirahat
2. Memiliki waktu tidur yang teratur
3. Memiliki waktu makan yang teratur
4. Jika kondisi lingkungan baik maka kura-kura akan beraktifitas secara aktif
5. Melindungi diri dengan memasukkan kepala ke dalam karapaks.
6. Menjauh dari benda-benda yang dianggap membahayakan keselamatan diri .

Artikel ini untuk memenuhi mata kuliah ekologi hewan  prodi biologi UMM
 Dosen Pengampuh Bang Us Papanya Cyra

Minggu, 08 Januari 2012

Refleksi diri kelompok 11 dan 12

Refleksi diri kelompok 11  yang berjudul “EKOSISTEM AQUATIK”
 


  • Pertanyaan pertama : Lapisan permukaan air ekosistem pelagis berapa dan biota-biota laut itu apa saja?
Jawaban                      : Air yang yang di atas permukaan dan yang cocok untuk kehidupan biota, biotanya itu sendiri seperti ikan,plankon dll.

  • Pertanyaan kedua        : Ekosistem air tawar di pengaruhi oleh iklim sedangkan pada hutan pantai tidak di  pengaruhi ikilm?
Jawaban                      :  Karena ekosistim air tawar memiliki cirri-ciri  variasi tidak menyolok penetrasi cahaya kurang dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Sedangkan pada hutan pantai cirinya tidak terpengaruh oleh iklim  dan hutan panati menyebar sepanjang pantai yang tergenang surut air laut.

  • Kesimpulan Hasil diskusi        : Air yang yang di atas permukaan dan yang cocok untuk kehidupan biota, biotanya itu sendiri seperti ikan,plankon dll.  ekosistim air tawar memiliki cirri-ciri  variasi tidak menyolok penetrasi cahaya kurang dan terpengaruh oleh iklim dan cuaca. Sedangkan pada hutan pantai cirinya tidak terpengaruh oleh iklim  dan hutan panati menyebar sepanjang pantai yang tergenang surut air laut
Kesimpulan Makalah:
Ø  Hutan pantai ialah Hutan yang menyebar di sepanjang pantai yang tidak tergenang oleh pasang surut air laut dengan luas + 3,3 juta hektar.
Ø  Rawa adalah lahan genangan airsecara ilmiah yang terjadi terus-menerus atau musiman akibat drainase yang terhambat serta mempunyai ciri-ciri khusus secara fisika, kimiawi dan biologis.
Ø  Mangrove Di sebut juga hutan pantai, Hutan pasang surut air laut, Hutan payau, atau Hutan bakau.Merupakan tipe hutan tropika yang khas tumbuh di sepanjang pantai atau muara sungai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut.Hutan ini terdapat di di Pulau sumatra ,kalimantan ,jawa dan irian jaya
Ø  Ekosistem pantai karang meliputi terumbu karang merupakan Ekosistem di dasar laut tropis yang dibangun terutama oleh biota laut penghasil kapur (CaCO3) khususnya jenis-­jenis karang batu dan alga berkapur, bersama-sama dengan biota yang hidup di dasar lainnya seperti jenis­-jenis moluska DLL.
Ø  Pantai pasir adalah tipe pantai ini umumnya berada didekat muara sungai. Biota penyusun ekosistem ini sevariatif  pantai pasir putih. Kebanyakan Crustacea seperti undur-undur laut (Emerita sp.).
Ø  Ekosistem pantai lumpur terbentuk dari pertemuan antara endapan lumpur sungai dengan laut yang berada di muara sungai dan sekitarnya. Apabila sungainya besar, lumpur tersebut membentang luas sampai menjorok ke laut
Ø  Estuaria adalah perairan muara sungai semi tertutup yang berhubungan bebas dengan laut, sehingga air laut dengan salinitas tinggi dapat bercampur dengan air tawar. Estuaria dapat terjadi pada lembah-lembah sungai yang tergenang air laut.
Ø  Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik tak terpisahkan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem di bagi menjadi 2 yaitu : Ekosistem Laut Pelagis dan Ekosistem Laut Dalam
Ø  Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem pantai yang cukup banyak diminati di dunia ini tidak hanya karena keindahannya (yang membuat harganya tinggi sehingga banyak yang diambil secara paksa dari laut) tapi juga karena keunikkannya
Ø  Laut dalam merupakan daerah yang tidak pernah diungkapkan dan dijelajahi. Orang banyak mengeksplorasi ke luar angkasa dari pada ke bawah laut.
Ø  Bentos merupakan sebuah organisme yang tinggal di dalam atau di dasar laut.

Refleksi diri kelompok 11  yang berjudul “SUKSESI”





  • Kesimpulan Hasil diskusi : suksesi tidak dapat di bantu oleh manusia ( di percepat manusia) karena pada suksesi sudah memang harus bertahap dalam pertumbuhannya. Klimaks merupakan keadaan komunitas yang stabil dan mandiri sehingga pada suatu habitat dapat terjadi sejumlah klimaks karena kondisi selain iklim yang berbeda. Beberapa pakar ekologi berpendapat bahwa teori monoklimaks terlalu kaku. Tidak memberikan kemungkinan untuk menerangkan variasi lokal dalam suatu komunitas tumbuhan
  • Kesimpulan Makalah kelompok : Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula.
Ø  Macam-macam suksesi, antara lain : suksesi primer dan suksesi sekunder.
Ø  Tahapan suksesi :
1.      Fase Permulaan
2.      Fase Awal atau Muda
3.      Fase Dewasa
4.      Fase Klimaks









Refleksi diri kelompok 9 dan 10

Refleksi diri kelompok 9 yang berjudul “EKOSISTEM”



Dari hasil diskusi kelompok 9 di dapatkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  • Pertanyaan Pertama    :  pada energy kimia autotrof menjadi heterotrof bagaiamana reaksinya?
Jawaban                      : Konsumen     (heterotrof) , Produsen (autotrof) dan terjadi reaksi saat di rantai makanan.
Menurut saya              :  Saya setuju dengan jawaban tersebut.

  • Pertanyaan kedua        : Siklus hydrogen (O2) dengan bantuan petir atau kilat dan juga di bantu oleh senayawa (energy  bebas atau bereaksi dengan senyawa lain) ?
Jawaban                      : Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan senyawa lainnya dengan bantuan petir
Menurut saya              : Jawaban kelompok 9 sudah benar akan tetapi seharusnya gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir.

  • Kesimpulan Hasil Diskusi  : reaksi enrgi kimia akibat reaksi yag ada di dalam rantai makanan dan nitrogen banyak di temukan di atmosfer dan siklus nitrogen dibantu oleh adanya petir.
  • Kesimpulan Makalah:
Ekosistem, yaitu tatanan kesatuan secara kompleks di dalamnya terdapat habitat, tumbuhan, dan binatang yang dipertimbangkan sebagai unit kesatuan secara utuh, sehingga semuanya akan menjadi bagian mata rantai siklus materi dan aliran energy.Ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkungan abiotiknya, anatara lain:
  1. Komponen abiotik
  2. Komponen biotic
  3. Produsen
  4. Konsumen
  5. Pengurai


Hasil Diskusi Kelompok 10 yang berjudul “Ekosistem Darat”


Dari hasil diskusi kelompok 10  di dapatkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :

  • Pertanyaan Pertama    : Persebaran Eurasia, (eropa dan Asia) batasnya dimana saja?
Jawaban                      : Dilihat dari peta bahwa persebarannya di Negara asia dan batasnya juga di sekitar asia.
Menurut Saya  : setuju dengan jwaban tersebut.

  • Pertanyaan Kedua       : Hutan hujan tropis di pengaruhi oleh apa saja dan hutan conifer di pengaruhi oleh apa?
Jawaban                      :  hutan hujan tropis : cahaya matahari hidup atau menyinari terus menerus, dan terjadi factor pembatas dan semak-semak di tutupi kanopi, hutan conifer yang briklim pasifik dan jauh dari katulistiwa sehingga ada perbedaan suhu dan sinar matahari dan matahari tidak bersinar sepanjang tahun.

  • Menurut saya              : Setuju dengan jwaban tersebut.
  • Kesimpulan Hasil Diskusi  : Dilihat dari peta bahwa persebarannya di negara asia dan batasnya . Hutan hujan tropis : cahaya matahari hidup atau menyinari terus menerus, dan terjadi factor pembatas dan semak-semak di tutupi kanopi, hutan conifer yang briklim pasifik dan jauh dari katulistiwa sehingga ada perbedaan suhu dan sinar matahari dan matahari tidak bersinar sepanjang tahun.
  • Kesimpulan Makalah  : Ekosistem adalah komunitas organik yang terdiri atas tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme bersama lingkungan fisik dan kimia tempat hidup atau habitatnya. Ekosistem terdiri dari tiga tipe, yaitu ekosistem air, akosistem darat, dan ekosistem buatan.  Penentuan zona dalam ekosistem terestrial ditentukan oleh temperatur dan curah hujan. Ekosistem terestrial dapat dikontrol oleh iklim dan gangguan. Ekosistem darat terdiri dari hutan hujan tropis, hutan musiman tropis, hutan boreal, hutan luruh temperate, hutan taiga, zona arid, tundra, padang rumput, padang pasir, hutan kayu elfin, dan hutan savanna.