Etimologi atau juga Ilmu perilaku hewan, ilmu perilaku satwa (dari bahasa yunani ἦθος, ethos, "karakter"; dan –λογία, -logia) adalah suatu cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya. Ilmu perilaku hewan, pada keseluruhannya merupakan kombinasi kerja-kerja laboratorium dan pengamatan di lapangan, yang memiliki ...keterkaitan yang kuat dengan disiplin ilmu-ilmu tertentu semisal neuroanatomi, ekologi , dan evolusi Seorang ahli perilaku hewan umumnya menaruh perhatian pada proses-proses bagaimana suatu jenis perilaku (misalnya agresi) berlangsung pada jenis-jenis hewan yang berbeda. Meski ada pula yang berspesialisasi pada tingkah laku suatu jenis atau kelompok kekerabatan hewan yang tertentu. Ahli perilaku hewan juga disebut etolog.
Psikologi ialah Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan berdasarkan aspek-aspek perkembangan kelakuan, sensasi, persepsi, motivasi, proses belajar, emosi, kepribadian, basis biologis dari perilaku, intelejensi serta penyimpngan perilaku. Ilmu ini dapat di-implementasikan ke berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, politik, agama, industri, periklanan, bimbingan, psikonetri, musik dsb.
Psikologi ialah Ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan hewan berdasarkan aspek-aspek perkembangan kelakuan, sensasi, persepsi, motivasi, proses belajar, emosi, kepribadian, basis biologis dari perilaku, intelejensi serta penyimpngan perilaku. Ilmu ini dapat di-implementasikan ke berbagai bidang kehidupan, seperti pendidikan, politik, agama, industri, periklanan, bimbingan, psikonetri, musik dsb.
Contohnya wajah si Orang Utan itu tanpa ekspresi memandang ke sebuah pohon besar rindang dikejauhan. Sinar mata si Orang Utan tersebut redup. Dan dia hanya bisa terus dan terus memandangi pohon besar itu dari balik kerangkengnya yang sempit. Mungkin disinilah peran Psikologi Hewan.
Perilaku hewan dari pandangan biologis adalah merupakan suatu kegiatan atau aktivitas organisme yang bersangkutan. Jadi perilaku manusia pada hakekatnya adalah suatu aktivitas dari manusia itu sendiri. Oleh sebab itu, perilaku manusia itu mempunyai bentangan yang sangat luas, mencakup berjalan, berbicara, bereaksi, berpakaian, dan sebagainya. Perilaku dan gejala perilaku yang tampak pada kegiatan organisme tersebut dipengaruhi baik oleh faktor genetik (keturunan) dan lingkungan. Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor genetik dan lingkungan ini merupakan penentu dari perilaku makhluk hidup termasuk perilaku manusia. Seringkali suatu perilaku hewan terjadi karena pengaruh genetis (perilaku bawaan lahir atau innate behavior), dan karena akibat proses belajar atau pengalaman yang dapat disebabkan oleh lingkungan.
Innate Merupakan perilaku atau suatu potensi terjadinya perilaku yang telah ada di dalam suatu individu. Perilaku yang timbul karena bawaan lahir berkembang secara tetap/pasti. Perilaku ini tidak memerlukan adanya pengalaman atau memerlukan proses belajar, seringkali terjadi pada saat baru lahir, dan perilaku ini bersifat genetis (diturunkan).
Insting Adalah perilaku innate klasis yang sulit dijelaskan, walaupun demikian terdapat beberapa perilaku insting yang merupakan hasil pengalaman, belajar dan adapula yang merupakan factor keturunan. Semua maklhuk hidup memiliki beberapa insting dasar.
Pada perkembangan ekologi perilaku terjadi perdebatan antara pendapat yang menyatakan bahwa perilaku yang terdapat pada suatu organisme merupakan pengaruh alami atau karena akibat hasil asuhan atau pemeliharaan, hal ini merupakan perdebatan yang terus berlangsung. Dari berbagai hasil kajian, diketahui bahwa terjadinya suatu perilaku disebabkan oleh keduanya, yaitu genetis dan lingkungan (proses belajar), sehingga terjadi suatu perkembangan sifat. Hewan mempunyai berbagai perilku di antaranya :
1) Perilaku Makan: Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih di antara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. Tujuan makanan ialah energi, tetapi energi diperlukan untuk mencari makanan. Jadi hewan berperilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian/keuntungan dari pencarian makanan itu.
2) Perilaku Mempertahankan diri: Perilaku berkisar dari melarikan diri dari pemangsa potensial sampai dengan menggunakan senjata bertahan dan penggunaan kamuflase dan mimikri (meniru).
3) Bertahan Hidup dalam Lingkungan Fisik: Kebanyakan hewan hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran suhu, salinitas, kelembaban tertentu, dan sebagainya. Kisaran ini relatif luas bagi hewan, seperti mamalia dan burung, yang banyak mempunyai mekanisme yang efisien untuk mempertahankan kendali homeostatis terhadap lingkungannya.
4) Perilaku Reproduktif
Cara Hewan Menghindari Musuh Diantaranya ialah :
1.Perilaku Altruistik yaitu Perilaku ini lebih mementingkan keselamatan kelompok daripada dirinya sendiri.
2.Kamuflase (penyamaran) Yaitu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
3.Mimikri Yaitu menyerupai hewan yang lain
Contohnya ialah bentuk-bentuk perilaku kura-kura diantaranya yaitu:
1. Berenang-renang dengan sesekali istirahat
2. Memiliki waktu tidur yang teratur
3. Memiliki waktu makan yang teratur
4. Jika kondisi lingkungan baik maka kura-kura akan beraktifitas secara aktif
5. Melindungi diri dengan memasukkan kepala ke dalam karapaks.
6. Menjauh dari benda-benda yang dianggap membahayakan keselamatan diri .
Artikel ini untuk memenuhi mata kuliah ekologi hewan prodi biologi UMM
Dosen Pengampuh Bang Us Papanya Cyra


Tidak ada komentar:
Posting Komentar