Benalu (Loranthus, suku Loranthaceae) adalah sekelompok tumbuhan parasit obligat yang hidup dan tumbuh pada batang (dahan) pohon tumbuhan lain. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Tumbuhan ini menghasilkan getah yang lengket. Persebaran tumbuhan ini terjadi dibantu unggas (ornithokori). Apabila burung memakan buah dan bijinya lalu mengekskresikan pada dahan pohon yang sesuai, bijinya akan berkecambah dan benalu muda tumbuh.
Benalu dalam kiasan
Benalu sering dikaitkan dengan orang yang senang menumpang kepentingannya kepada usaha orang lain tanpa mau berusaha sendiri. Hal ini mirip dengan ungkapan parasite atau hive di dalam bahasa Inggris. Idiom Alah limau oleh benalu, dituju kepada orang yang merugikan atau menyusahkan hidup orang tempat dia menumpang.
Tumbuhan parasit adalah tumbuhan yang untuk kelangsungan hidupnya menggantungkan sebagian atau seluruh sumber energinya pada tumbuhan lain (disebut tumbuhan inang) dan mengakibatkan inangnya mengalami kekurangan energi (lihat artikel simbiosis). Dalam pengertian ini tidak termasuk persaingan antarorganisme, maupun pemangsaan yang dilakukan oleh beberapa tumbuhan insektivora.
Tumbuhan parasit yang menggantungkan sebagian sumber energi pada tumbuhan inang disebut parasit fakultatif dan tumbuhan yang sepenuhnya menggantungkan sumber energi pada tumbuhan inang disebut sebagai parasit obligat (parasit sejati). Parasit fakultatif masih memiliki organ fotosintetik yang berfungsi secara normal sebagaimana tumbuhan bukan parasit. Contoh kelompok pertama ini misalnya mistletoe. Contoh kelompok kedua (parasit sejati) adalah tali putri (Cuscuta), benalu, dan padma (Rafflesia).
Si Parasit Benalu Teh Yang Sangat Bermanfaat
Benalu merupakan tanaman parasit. Sebutan ini diberikan karena benalu suka hidup menumpang di dahan-dahan pohon. Walaupun hanya menghambat pertumbuhan tanaman inang, namun jika benalu tumbuhnya lebat bisa mematikan tanaman inang. Benalu Teh dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni Loranthaceae dan Viscaceae. Benalu dapat dijumpai dengan mudah pada pohon-pohon besar di daerah tropis. Tumbuhan ini menghasilkan getah yang lengket. Sebagian benalu bersifat setengah parasit, daun tetap hijau sepanjang tahun, dapat melakukan fotosintesis dan hanya bergantung dari tanaman inang untuk zat mineral dari dalam tanah.
Benalu cukup handal dan pandai mengobati beragam penyakit manusia. Kalau tidak, benalu akan terus menjadi tumbuhan buruk dan terkutuk., seumur hidupnya akan dikenang sebagai tanaman yang kerjanya merepotkan manusia maupun tumbuhan lainnya. Apa sebenarnya rahasia benalu, sehingga banyak dimanfaatkan orang sebagai obat beragam penyakit ? Menurut Richter dalam Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan Viscaceae mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flava-nones, c-glycoflavonols dan flavan-3-ols. Flavonoid sendiri berfungsi sebagai pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertang-gung jawab pada warna bunga, buah, dan daun.
Benalu cukup handal dan pandai mengobati beragam penyakit manusia. Kalau tidak, benalu akan terus menjadi tumbuhan buruk dan terkutuk., seumur hidupnya akan dikenang sebagai tanaman yang kerjanya merepotkan manusia maupun tumbuhan lainnya. Apa sebenarnya rahasia benalu, sehingga banyak dimanfaatkan orang sebagai obat beragam penyakit ? Menurut Richter dalam Phytochemistry No. 31 (1992), benalu Loranthaceae dan Viscaceae mengandung banyak flavonoid, seperti chalcones, flava-nones, c-glycoflavonols dan flavan-3-ols. Flavonoid sendiri berfungsi sebagai pelindung si benalu dari kerusakan yang disebabkan oleh pengaruh sinar ultraviolet dan bertang-gung jawab pada warna bunga, buah, dan daun.
Dalam ilmu farmasi, flavaoid dikenal sebagai senyawa antiradang, antioksidan, pereda sakit (analgesik), antivirus, anti-HIV, mencegah keracunan hati, antikelebihan lemak, merangsang kekebalan tubuh, sebagai vasodilator (memperlancar aliran darah), mencegah penggumpalan darah, antialergi, dan antikanker. Keberadaan flavanoid itu didukung oleh zat-zat lain yang juga terdapat pada benalu, seperti proline, hydroproline, myo-inositol, dan chiroinosotils. Sementara benalu famili Loranthaceae diyakini banyak mengandung tanin. Senyawa ini terdapat pada tanaman benalu, berkat hasil kerja sama asam gallic dengan catechin, yang menyebabkan padatnya kadar tanin pada daun dan tangkai batang. Dalam ilmu farmasi, tanin kerap digunakan sebagai obat diare, penawar racun, antivirus, antikanker, dan anti-HIV.
Di balik dosa besarnya pada tumbuhan lain, benalu ternyata berpotensi menjadi bahan penyembuh luar biasa. Seperti manusia, benalu juga punya sisi baik dan sisi buruk.
Di balik dosa besarnya pada tumbuhan lain, benalu ternyata berpotensi menjadi bahan penyembuh luar biasa. Seperti manusia, benalu juga punya sisi baik dan sisi buruk.
Pemanfaatan tumbuhan benalu memang tidak sembarangan, dan tidak semudah seperti memanfaatkan herbal-herbal penyembuh lainnya. Ramuan benalu juga bisa dise-duh beberapa kali (minimal dua kali), karena khasiat benalu tak mudah hilang hanya dengan sekali seduh.
Salah satu contohnya adalah benalu yang biasa hidup dipohon teh. Benalu teh yang berasal dari spesies Scurrula atropurpurea (BL) DANS merupakan tanaman parasit pada pohon teh (Thea sinensis L). Sebenarnya, benalu sejak zaman dahulu telah diguna-kan untuk mencegah dan mengobati berbagai penyakit, untuk mengobati sakit pinggang dan jamu pasca melahirkan para ibu Viscum album L untuk mengobati kanker. Pada 1978 penelitian etnobotani juga memberitakan, benalu teh kering yang direbus airnya dapat diminum untuk menyembuhkan penyakit kanker rahim dan jenis kanker lainnya. Pasien penderita kanker yang diberi ekstrak benalu dari spesies Viscum album menun-jukkan perbaikan pada DNA dalam limfosit dan sel kekebalan tubuh. Octadeca-8,10,12-triynoic acid merupakan zat aktif antikanker yang terkandung dalam benalu teh. zat ini tidak membunuh sel kanker, melainkan menghambat invasi sel kanker sehingga sel tidak mengalami metastasis. penemuan senyawa octadeca-8,10,12-triynoic acid (1) dalam benalu teh yang struktur kimianya relatif sederhana menjadi hara-pan disintesisnya senyawa antikanker baru yang murah dan sangat dibutuhkan oleh penderita kanker di Indonesia maupun dunia pada umumnya.
Ada banyak spesies benalu teh, seperti Scurrula atropurpurea, S ortiana, S junghunii, S parasitica, Dendropthoe petandra, dan masih banyak lagi.Bagi masyarakat yang menggunakan ramuan benalu teh dengan membeli di berbagai tempat, hendaknya perlu berhati-hati karena spesiesnya cukup banyak.
Ada banyak spesies benalu teh, seperti Scurrula atropurpurea, S ortiana, S junghunii, S parasitica, Dendropthoe petandra, dan masih banyak lagi.Bagi masyarakat yang menggunakan ramuan benalu teh dengan membeli di berbagai tempat, hendaknya perlu berhati-hati karena spesiesnya cukup banyak.
Apakah ada fungsi lain dari tanaman herbal ini selain sebagai obat kanker? Suatu penelitian Riset Unggulan Terpadu-X di bawah pimpinan Dr Retno Muwarni yang dilakukan pada (Februari-Agustus 2003), di SPS SVT-IPB, dengan supervisi Dr Marthen Malole dan Dr Ekowati Handharyani, menunjukkan bukti bahwa ekstrak dari S.oortiana ternyata mampu untuk berperan sebagai growth promotor dan mempunyai efek antistres yang sangat baik bila diaplikasikan pada pemeliharaan ayam pedaging komersial pada dosis tertentu.
Efek lain yang dapat tercatat adalah efek imuno-stimulator, yang terlihat dari tingginya titer HI setelah pemberian booster vaccination. Adapun efek toksik yang sangat signifikan didapatkan pada pemeriksaan histopatologi pada hati dengan tingkat kematian hepatosit mencapai 80 persen pada dosis pemberian ekstrak 1-3,5 mg/ekor/hari selama 14 hari. Akan tetapi, kerusakan pada hati ini dapat diperbaiki dengan cepat bila pemberian ekstrak dihentikan pada hari ke-14 dan ditemukan proses regenerasi total sel hati (hepato-sit) pada umur 31 hari.Hasil penelitian memberikan suatu harapan untuk mendapatkan alternatif growth promotor, yang selama ini diperankan oleh antibiotika yang dicampu-rkan dalam bahan pakan ternak sebagai feed additive premix atau diberikan secara terpi-sah dari pakan ternak sebagai feed additive supplement. Mengapa peran antibiotika ini harus segera diganti?
Larangan penggunaan antibiotika sebagai growth promotor dalam pengelolaan peternakan berkaitan langsung dengan residu antibiotika dalam bahan pangan asal hewa-ni, yang pada akhirnya akan meningkatkan prevalensi kasus penyakit infeksi bakterial yang resisten terhadap antibiotika pada manusia. Peningkatan prevalensi kasus infeksi bakteri enterokokus yang resisten terhadap vankomisin (VRE: vancomycin resistant ente-rococci) dihubungkan dengan penggunaan avoparsin pada campuran pakan ternak sapi dan dapat dibuktikan dengan pemeriksaan pada kotoran ternak, produk daging, dan kotoran manusia sehat.
Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa S.oortiana mempunyai potensi yang tinggi untuk menghambat proses “Reverse Transcriptase” Avin Myeloblastosis Virus in vitro (Kusumoto et al, 1992). Sementara itu, hasil penelitian Otake et al (1995) menunjukkan bahwa ekstrak S.oortiana mempunyai efek penghambatan aktivitas H.I.V type 1 in vitro.
Anugerah Yang Mahakuasa pada kekayaan alami Indonesia yang sangat luar biasa sepatutnyalah dieksplorasi dan digunakan sebaik-baiknya untuk peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia, bukan dengan merusaknya atau membiarkannya begitu saja, sehingga pihak asinglah yang memanfaatkannya.
Anugerah Yang Mahakuasa pada kekayaan alami Indonesia yang sangat luar biasa sepatutnyalah dieksplorasi dan digunakan sebaik-baiknya untuk peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia, bukan dengan merusaknya atau membiarkannya begitu saja, sehingga pihak asinglah yang memanfaatkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar